Waspada penyakit pasca banjir: satu unggahan ringkas dan satu rangkaian leptospirosis
Unggahan ringkas berisi lima penyakit yang muncul setelah banjir, ditambah rangkaian tiga panel khusus leptospirosis.
| Tahun | 2026 |
|---|---|
| Bidang program | STBM |
| Format | Media sosial |
| Peran saya | Perancang visual dan penata letak. Isi medis mengikuti acuan pengendalian penyakit pasca-bencana; saya menyusun urutan pesan dan menggambar ulang ilustrasinya. |
Situasi
Banjir meninggalkan genangan, sampah, dan bangkai tikus di lingkungan yang sama dengan tempat warga memasak dan menyimpan makanan. Imbauan yang beredar menyebut leptospirosis sebagai nama penyakit tanpa menjelaskan dari mana datangnya, sehingga warga tidak tahu bagian mana dari kebiasaan harian mereka yang harus berubah.
Sasaran
Warga terdampak di permukiman padat, membaca di ponsel setelah air surut, sering sambil berdiri di dapur umum atau di depan rumah yang sedang dibersihkan.
Pendekatan
Saya memisahkan dua pekerjaan. Satu unggahan ringkas memuat daftar lima penyakit pasca-banjir beserta lima tindakan pencegahannya, supaya warga punya gambaran utuh dalam satu layar. Leptospirosis kemudian diberi rangkaian tiga panel sendiri karena satu-satunya penyakit yang penularannya lewat urine tikus perlu rantai penularan yang dijelaskan, bukan sekadar disebut.
Pengerjaan dan kepatuhan
Unggahan ringkas memakai rasio 4:5 dan rangkaian memakai tiga panel 1:1. Ilustrasi dibuat sebagai gambar vektor, bukan foto, karena materi ini juga dicetak hitam putih di posko pengungsian. Setiap panel memuat satu blok pesan saja dengan warna latar berbeda, sehingga urutannya terbaca meski hanya dilihat sekilas.
Hasil
Tiga panel rangkaian leptospirosis sudah dipublikasikan melalui kanal resmi lembaga, sedangkan unggahan ringkasnya belum diterbitkan.
Dasar bukti Bukti yang ada hanya berkas materi, ditambah nomor terbit untuk bagian yang sudah terbit. Tidak ada data kasus leptospirosis sebelum dan sesudah, sehingga penurunan kasus tidak dapat diklaim.
Refleksi
Pada versi pertama, kelima penyakit diberi porsi yang sama, sehingga leptospirosis yang paling berbahaya terlihat setara dengan penyakit kulit. Memisahkannya menjadi rangkaian sendiri membuat prioritasnya jelas.
Contoh karya
Studi kasus berikutnya: Diare pada anak: dua rangkaian panel untuk orang tua →