Diare pada anak: dua rangkaian panel untuk orang tua
Dua rangkaian tiga panel yang membahas diare anak dari dua sisi: apa yang harus dilakukan hari itu, dan apa yang perlu dipahami sebelumnya.
| Tahun | 2025 |
|---|---|
| Bidang program | STBM |
| Format | Media sosial |
| Peran saya | Perancang visual, penata letak, dan penyusun urutan pesan. Substansi mengikuti acuan tatalaksana diare pada anak; ilustrasi dikerjakan sendiri. |
Situasi
Materi diare yang beredar di Posyandu umumnya menumpuk semua informasi dalam satu lembar: definisi, penyebab, gejala, pencegahan, dan tatalaksana. Orang tua yang anaknya sedang diare tidak punya waktu membaca urutan itu, sementara orang tua yang anaknya sehat tidak merasa perlu membacanya sama sekali.
Sasaran
Orang tua dan pengasuh anak balita di wilayah Puskesmas. Sebagian besar membaca di ponsel, sering sambil menggendong anak, dan yang paling dicari saat itu hanya satu hal: apa yang harus saya lakukan sekarang.
Pendekatan
Saya membagi materi menjadi dua rangkaian dengan urutan yang berbeda. Rangkaian pertama membuka dengan gejala dan langsung menuju lima tindakan yang harus dilakukan hari itu, karena itulah yang dicari pembaca yang sedang panik. Rangkaian kedua baru menjelaskan definisi, penyebab, dan tanda dehidrasi, sebagai bahan rujukan yang dibaca sebelum kejadian.
Pengerjaan dan kepatuhan
Setiap panel 1:1, satu gagasan per panel, dengan ilustrasi rumah dan warga yang sama di semua panel sebagai penanda urutan. Tanda bahaya dehidrasi ditulis sebagai daftar periksa, bukan paragraf, karena dibaca sambil memeriksa kondisi anak.
Hasil
Enam panel dipublikasikan sebagai dua rangkaian melalui kanal resmi lembaga.
Dasar bukti Bukti yang ada hanya berkas materi dan nomor terbit kanal resmi. Tidak ada pengukuran pengetahuan orang tua sebelum dan sesudah, sehingga peningkatan pemahaman tidak dapat diklaim.
Refleksi
Membagi materi menjadi dua rangkaian membuat isinya harus diputus di tengah: definisi diare berada di rangkaian kedua, padahal pembaca rangkaian pertama mungkin membutuhkannya. Sekarang definisi itu saya taruh sebagai kalimat pembuka panel tindakan.
Contoh karya
Studi kasus berikutnya: Kesehatan paru: kanker paru dan Hari Tuberkulosis Sedunia →