Kesehatan paru: kanker paru dan Hari Tuberkulosis Sedunia
Enam panel tentang kanker paru dan satu poster peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2025.
| Tahun | 2025 |
|---|---|
| Bidang program | Pencegahan penyakit |
| Format | Media sosial, Cetak |
| Peran saya | Perancang visual dan penata letak. Substansi mengikuti acuan poliklinik paru; saya menyusun urutan pesan dan ilustrasinya. |
Situasi
Dua penyakit paru yang paling sering ditangani rumah sakit menuntut dua cara bicara yang berbeda. Kanker paru sering datang saat sudah bergejala, sehingga pesan deteksi dini harus disampaikan tanpa membuat pembaca menjauh. Tuberkulosis justru punya pengobatan yang jelas, dan yang dibutuhkan adalah keberanian memeriksakan diri.
Sasaran
Dua pembaca berbeda. Pasien dan keluarga di poliklinik paru yang membaca sambil menunggu antrean, dan warga umum yang melihat poster hari besar kesehatan di ruang tunggu.
Pendekatan
Untuk kanker paru, saya menyusun enam panel: tiga tentang deteksi dini dan faktor risiko, tiga tentang gejala dan terapi, dengan satu panel ajakan yang tidak memakai gambar penyakit. Untuk tuberkulosis, saya memakai satu poster yang menempatkan banyak tokoh dalam satu komposisi, karena pesannya adalah bahwa pengobatan tersedia dan penyakit ini bukan sesuatu yang memalukan.
Pengerjaan dan kepatuhan
Panel kanker paru memakai rasio 1:1 dengan blok warna teal yang konsisten, dan foto hanya dipakai pada panel ajakan supaya tidak menakutkan. Poster tuberkulosis berukuran A4 dengan ilustrasi ramai dan warna cerah, karena ditempel di ruang tunggu dan harus menahan perhatian dari jarak beberapa meter.
Hasil
Tujuh materi dipublikasikan melalui kanal resmi rumah sakit, enam sebagai rangkaian panel dan satu sebagai poster A4.
Dasar bukti Bukti yang ada hanya berkas materi dan nomor terbit kanal resmi. Tidak ada data skrining atau angka penemuan kasus, sehingga dampak pada deteksi dini tidak dapat diklaim.
Refleksi
Panel ajakan pada rangkaian kanker paru memakai foto keluarga memeluk pasien, dan itu terbaca lebih kuat daripada ilustrasi anatomi mana pun. Untuk topik yang menakutkan, satu panel manusia di tengah rangkaian membuat sisanya tetap terbaca.
Contoh karya
Studi kasus berikutnya: Komunikasi publik: survei pasien, hari jadi kampus, dan policy brief →