Kampanye DBD: empat unggahan Instagram dan satu infografis rujukan
Rangkaian empat unggahan yang membawa pembaca dari situasi sehari-hari ke satu tindakan nyata terhadap nyamuk, ditopang satu infografis rujukan.
| Tahun | 2026 |
|---|---|
| Bidang program | Pencegahan penyakit |
| Format | Media sosial |
| Peran saya | Perancang visual dan penata letak rangkaian. Substansi mengikuti acuan pengendalian DBD yang berlaku; saya menyusun urutan pesan, memilih foto, dan menetapkan tata letaknya. |
Situasi
Kanal resmi sudah rutin memuat imbauan 3M Plus, tetapi unggahannya berhenti pada daftar perintah. Warga membaca menguras, menutup, mengubur berkali-kali tanpa pernah tahu nyamuk mana yang dimaksud dan di mana ia berkembang biak di rumah mereka sendiri.
Sasaran
Warga perkotaan pengguna Instagram yang membaca sambil menggulir cepat di ponsel. Mereka tidak akan membuka tautan penjelasan, jadi seluruh isi harus selesai di dalam satu layar.
Pendekatan
Saya menyusun empat unggahan sebagai satu urutan, bukan empat pesan lepas: satu membuka dengan situasi yang dikenali, satu menjelaskan ciri fisik dan waktu menggigit nyamuk, satu menunjukkan tempat perindukan di lingkungan pasca-bencana, dan satu menutup dengan satu ajakan. Infografis lanskap diletakkan terpisah sebagai rujukan lengkap supaya keempat unggahan tidak perlu memuat semuanya.
Pengerjaan dan kepatuhan
Rasio 4:5 untuk unggahan dan 16:9 untuk infografis. Setiap unggahan memuat satu pesan utama saja, dengan kata kunci diberi warna aksen agar tetap terbaca saat gambar diperkecil di beranda. Foto latar diberi lapisan gelap sebelum teks diletakkan, sehingga kontras aman tanpa menghilangkan suasana fotonya.
Hasil
Empat unggahan sudah dipublikasikan sebagai satu rangkaian melalui kanal resmi lembaga, sedangkan infografis rujukannya belum diterbitkan.
Dasar bukti Bukti yang ada hanya berkas materi, rangkaian unggahan sudah terbit dan infografisnya belum. Tidak ada pengukuran sebelum-sesudah, sehingga perubahan perilaku warga tidak dapat diklaim dari karya ini.
Refleksi
Infografis rujukan justru selesai paling akhir, padahal isinya dibutuhkan lebih dulu untuk menjaga keempat unggahan tidak saling mengulang. Lain kali rujukan disusun lebih dulu, baru dipecah menjadi rangkaian.