Ramadan sehat: satu poster, satu story, dan satu rangkaian tiga panel
Tiga format berbeda untuk satu topik: menjaga pola makan dan aktivitas selama berpuasa, termasuk bagi penderita maag.
| Tahun | 2025 |
|---|---|
| Bidang program | Gizi |
| Format | Media sosial, Cetak |
| Peran saya | Perancang visual dan penata letak. Substansi mengikuti acuan gizi dan penanganan maag saat berpuasa; saya menyesuaikan kedalaman isi untuk tiap format. |
Situasi
Setiap Ramadan, kanal resmi menerima pertanyaan yang sama: bagaimana menghindari maag kambuh, dan bagaimana tetap bugar saat berpuasa. Materi yang ada menjawabnya dalam satu poster padat berisi delapan poin, yang tidak terbaca di ponsel dan terlalu umum untuk penderita maag.
Sasaran
Dua pembaca yang berbeda. Penderita maag yang mencari cara mencegah kambuh saat berpuasa, dan pembaca umum yang hanya ingin tahu pola makan serta aktivitas yang wajar selama sebulan.
Pendekatan
Saya menyiapkan tiga format dengan tingkat kedalaman berbeda untuk satu topik. Story vertikal memuat ajakan ringan sebagai pembuka, poster A4 memuat delapan kebiasaan khusus penderita maag, dan rangkaian tiga panel memecah pola makan serta aktivitas menjadi tiga blok yang bisa dibaca satu per satu.
Pengerjaan dan kepatuhan
Story 9:16, poster A4 untuk cetak, dan rangkaian tiga panel 1:1. Poster memakai latar biru gelap supaya teks kuningnya tetap terbaca saat dicetak maupun saat difoto ulang, sedangkan rangkaian panel memakai latar terang dengan ornamen Ramadan agar tidak terasa seperti pengumuman rumah sakit.
Hasil
Lima materi dipublikasikan melalui kanal resmi lembaga selama Ramadan, dalam tiga format: unggahan, story, dan poster cetak.
Dasar bukti Bukti yang ada hanya berkas materi dan nomor terbit kanal resmi. Tidak ada data kunjungan atau keluhan maag yang diukur, sehingga dampak klinis tidak dapat diklaim.
Refleksi
Poster maag memuat delapan poin dalam satu lembar, dan saat diuji di layar ponsel, poin keenam sampai kedelapan praktis tidak terbaca. Untuk topik sesak seperti ini, rangkaian panel lebih tepat sejak awal.
Contoh karya
Studi kasus berikutnya: Rokok, alkohol, dan gas tertawa: empat poster pencegahan →