Situs ini belum diterbitkan. Seluruh karya masih menunggu izin, sehingga belum boleh ditayangkan.

← Kembali ke semua karya

Hipertensi dan asam urat: dua belas panel untuk dua lembaga

Dua penyakit tidak menular yang paling sering ditanyakan, masing-masing dibahas dalam dua rangkaian tiga panel.

Ringkasan
Tahun2024
Bidang program Pencegahan penyakit
Format Media sosial
Peran sayaPerancang visual dan penata letak rangkaian. Substansi mengikuti acuan Puskesmas Cakung untuk rangkaian hipertensi dan acuan Poltekkes Kemenkes Jakarta III untuk rangkaian asam urat; saya menyusun urutan pesan dan ilustrasinya.

Situasi

Hipertensi dan asam urat sama-sama penyakit yang tidak terasa sampai sudah menimbulkan komplikasi. Di meja Puskesmas maupun di sesi pengabdian masyarakat, pertanyaan yang paling sering muncul bukan apa itu penyakitnya, melainkan apa yang boleh saya makan dan berapa angka yang masih normal.

Sasaran

Warga usia 35 tahun ke atas, banyak di antaranya sudah pernah diperiksa dan diberi tahu angkanya, tetapi belum mengubah kebiasaan. Mereka membaca di ponsel, sering setelah pemeriksaan atau sesi penyuluhan, ketika sudah berada di rumah.

Pendekatan

Saya menyusun tiap topik dalam dua rangkaian. Rangkaian pertama berbicara tentang gaya hidup dan membuka dengan hal yang masih bisa diubah, rangkaian kedua menjadi rujukan angka dan gejala. Pada asam urat, satu panel khusus memuat daftar makanan yang boleh dan tidak boleh, karena itulah yang paling sering ditanyakan ulang.

Pengerjaan dan kepatuhan

Kedua topik dibuat untuk kanal yang berbeda, jadi tidak memakai satu tata letak. Rangkaian hipertensi memakai panel vertikal, rangkaian asam urat memakai panel 1:1. Angka tekanan darah ditulis sebagai tabel, bukan paragraf, dan daftar makanan ditulis dalam dua kolom berdampingan supaya bisa dibandingkan sekali lihat. Materi tetap terbaca saat dicetak hitam putih.

Hasil

Enam panel hipertensi dipublikasikan melalui kanal resmi Puskesmas Cakung. Enam panel asam urat dipakai sebagai materi pengabdian masyarakat Poltekkes Kemenkes Jakarta III.

Dasar bukti Bukti yang ada hanya berkas materi dan nomor terbit kanal resmi. Tidak ada pengukuran tekanan darah atau asam urat sebelum dan sesudah, sehingga perbaikan angka tidak dapat diklaim.

Refleksi

Pada asam urat, saya awalnya hanya memuat daftar makanan yang dilarang, dan pembaca justru bertanya apa yang masih boleh dimakan. Dua kolom berdampingan menyelesaikan itu, dan cara yang sama saya pakai untuk hipertensi.

Contoh karya

Panel pembuka: perubahan gaya hidup yang masih bisa diubah, dipisahkan dari faktor yang tidak bisa. 667 × 1414 px, panel dari rangkaian tiga
Panel kedua: satu ajakan pendek, bukan penjelasan panjang. 667 × 1414 px, panel dari rangkaian tiga
Panel ketiga: pengenalan hipertensi sebagai penyakit tanpa gejala. 667 × 1414 px, panel dari rangkaian tiga
Panel pembuka rangkaian rujukan: apa itu hipertensi dan apa yang bukan. 667 × 1414 px, panel dari rangkaian tiga
Panel kedua: gejala, tanda, dan cara mengetahui tekanan darah sendiri. 667 × 1414 px, panel dari rangkaian tiga
Panel ketiga: tabel angka tekanan darah, akibat yang mungkin timbul, dan pencegahan. 667 × 1414 px, panel dari rangkaian tiga
Panel pembuka: gejala asam urat yang dikenali lebih dulu, bukan nama penyakitnya. 1080 × 1080 px, panel dari rangkaian tiga
Panel kedua: dua kolom makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi penderita asam urat. 1080 × 1080 px, panel dari rangkaian tiga
Panel ketiga: lima langkah pencegahan asam urat. 1080 × 1080 px, panel dari rangkaian tiga
Panel pembuka rangkaian rujukan: asam urat sebagai kondisi nyeri, bengkak, dan panas pada sendi. 1080 × 1080 px, panel dari rangkaian tiga
Panel kedua: penyebab asam urat, dari faktor genetik sampai fungsi ginjal. 1080 × 1080 px, panel dari rangkaian tiga
Panel ketiga: tanda dan gejala yang muncul, termasuk sendi yang bengkak dan mengkilap. 1080 × 1080 px, panel dari rangkaian tiga

Studi kasus berikutnya: Kampanye DBD: empat unggahan Instagram dan satu infografis rujukan →