Diabetes melitus: dua belas panel untuk dua pembaca
Dua rangkaian tentang diabetes: satu untuk orang dewasa yang hidup dengan diagnosis, satu untuk orang tua yang perlu mengenali gejalanya pada anak.
| Tahun | 2024 |
|---|---|
| Bidang program | Pencegahan penyakit |
| Format | Media sosial |
| Peran saya | Perancang visual dan penata letak. Substansi mengikuti acuan pengendalian diabetes; saya menyusun urutan pesan dan ilustrasinya. |
Situasi
Diabetes termasuk penyakit yang paling sering muncul di kunjungan Puskesmas, tetapi materi yang beredar hanya menjelaskan apa itu diabetes. Dua kelompok pembaca dengan kebutuhan berbeda, pasien dewasa dan orang tua dengan anak berisiko, menerima materi yang sama.
Sasaran
Pembaca pertama adalah pasien dewasa yang sudah didiagnosis dan perlu tahu apa yang harus dilakukan setiap hari. Pembaca kedua adalah orang tua yang tidak sedang mencari informasi diabetes, dan baru akan membacanya kalau gejalanya dikenali lebih dulu.
Pendekatan
Saya memisahkan materi menjadi dua rangkaian dengan pembuka yang berbeda. Rangkaian dewasa membuka dengan tindakan harian, baru menjelaskan penyakitnya, karena pembacanya sudah tahu ia diabetes. Rangkaian anak membuka dengan kadar gula darah normal dan satu pertanyaan langsung, karena pembacanya belum merasa ada masalah.
Pengerjaan dan kepatuhan
Dua belas panel 1:1, dibagi dua rangkaian masing-masing enam panel. Rangkaian dewasa memakai latar terang dengan blok warna, rangkaian anak memakai latar merah muda lembut supaya tidak menakutkan orang tua. Setiap rangkaian memuat satu panel khusus berisi angka rujukan, karena itulah yang paling sering ditanyakan ulang di Puskesmas.
Hasil
Enam panel rangkaian dewasa sudah dipublikasikan melalui kanal resmi lembaga, sedangkan enam panel rangkaian anak belum diterbitkan.
Dasar bukti Bukti yang ada hanya berkas materi, satu rangkaian sudah terbit dan satu belum. Tidak ada data pemeriksaan gula darah sebelum dan sesudah, sehingga penurunan angka diabetes tidak dapat diklaim.
Refleksi
Rangkaian anak memakai istilah diabetes tipe 1 dan tipe 2 di panel kedua, padahal orang tua yang baru mengenali gejala belum membutuhkan pembedaan itu. Sekarang panel gejala diletakkan lebih dulu dan istilahnya dijelaskan setelahnya.
Contoh karya
Studi kasus berikutnya: Gizi anak: dari dapur keluarga sampai isi piring →