Gizi anak: dari dapur keluarga sampai isi piring
Rangkaian tiga panel yang memindahkan pesan gizi anak dari angka kecukupan ke dapur dan meja makan keluarga.
| Tahun | 2024 |
|---|---|
| Bidang program | Gizi |
| Format | Media sosial |
| Peran saya | Perancang visual dan penata letak. Isi mengikuti acuan gizi seimbang; saya menyusun urutan pesan dan menggambar ilustrasinya. |
Situasi
Pesan gizi untuk anak biasanya disampaikan sebagai angka: sekian gram protein, sekian porsi sayur. Di rumah, angka itu tidak dipakai. Yang menentukan apa yang anak makan adalah apa yang tersedia di dapur dan bagaimana makanan itu disajikan.
Sasaran
Ibu dan pengasuh anak balita yang sebagian besar memasak sendiri untuk keluarga. Mereka membaca di ponsel dan lebih percaya pada contoh makanan yang mereka kenal daripada pada takaran.
Pendekatan
Saya menyusun tiga panel dengan urutan dari dapur ke piring: apa yang perlu tersedia di dapur, bagaimana isi piring seimbang disusun dengan bahan sehari-hari, dan bagaimana membuat anak mau makan buah dan sayur. Setiap panel memakai contoh makanan yang biasa dibeli di pasar, bukan bahan yang sulit dicari.
Pengerjaan dan kepatuhan
Setiap panel 1:1 dengan ilustrasi keluarga yang sama di ketiga panel, supaya ketiganya terbaca sebagai satu cerita. Isi piring digambar sebagai satu piring berisi nasi, protein hewani dan nabati, sayur, serta buah dengan porsinya, bukan sebagai tabel angka.
Hasil
Tiga panel dipublikasikan sebagai satu rangkaian melalui kanal resmi lembaga.
Dasar bukti Bukti yang ada hanya berkas materi yang dipublikasikan. Tidak ada pengukuran asupan makan anak, sehingga perbaikan status gizi tidak dapat diklaim.
Refleksi
Panel ketiga sempat saya isi dengan daftar camilan sehat, lalu diganti dengan tiga kalimat tentang cara menyajikan, karena masalahnya bukan ketidaktahuan jenis makanan melainkan anak yang menolak memakannya.
Contoh karya
Studi kasus berikutnya: Hipertensi dan asam urat: dua belas panel untuk dua lembaga →