Internet sehat masa depan kuat: poster literasi digital untuk pelajar
Poster A4 yang membicarakan keamanan digital dengan bahasa remaja, bukan dengan bahasa peringatan.
| Tahun | 2025 |
|---|---|
| Bidang program | Literasi digital |
| Format | Cetak |
| Peran saya | Perancang visual dan ilustrator. Saya mengerjakan ilustrasi dan tata letaknya; pesannya disusun bersama penyuluh. |
Situasi
Materi keamanan digital untuk pelajar umumnya berupa daftar larangan: jangan bagikan data pribadi, jangan buka tautan asing. Larangan itu benar, tetapi tidak menjelaskan apa yang bisa hilang, sehingga tidak terasa relevan bagi pelajar yang belum pernah mengalami kebocoran data.
Sasaran
Pelajar sekolah menengah yang membaca poster di papan pengumuman atau menerimanya sebagai gambar di grup kelas. Mereka membaca cepat, sering hanya melihat ilustrasinya, dan akan berhenti kalau gambarnya terasa dekat dengan keseharian mereka.
Pendekatan
Saya memilih satu kalimat utama yang menyebut hal yang paling mereka khawatirkan, yaitu masa depan, lalu menempatkannya di atas ilustrasi besar yang menggambarkan kegiatan digital sehari-hari. Rincian tentang ancaman dan cara melindungi diri diletakkan sebagai satu kalimat penutup, bukan sebagai daftar.
Pengerjaan dan kepatuhan
Poster A4 dengan ilustrasi digital painting, bukan ikon vektor, supaya terasa seperti karya yang memang dibuat untuk mereka. Palet ungu dan biru dipilih agar berbeda dari materi kesehatan pada umumnya, dan teks dibuat putih tebal agar tetap terbaca di atas latar bergradasi.
Hasil
Poster dicetak dan dipakai sebagai materi penyuluhan literasi digital di sekolah.
Dasar bukti Bukti yang ada hanya berkas poster. Tidak ada pengukuran perilaku digital pelajar sebelum dan sesudah, sehingga perubahan perilaku daring tidak dapat diklaim.
Refleksi
Versi pertama memuat lima tips keamanan digital dalam kolom kecil di bawah ilustrasi, dan tidak satu pun terbaca. Memangkasnya menjadi satu kalimat penutup membuat ilustrasinya bisa lebih besar dan pesan utamanya lebih kuat.
Contoh karya
Studi kasus berikutnya: Ramadan sehat: satu poster, satu story, dan satu rangkaian tiga panel →